Mengontrol Emosi Kunci sukses Mendidik


Coba kita perhatikan, mengapa kebanyakan para Ibu lebih suka menggendong bayinya di tangan sebelah kiri?. Selain memudahkan untuk menyuapinya, disadari atau tidak oleh kaum ibu-ibu, ternyata cara menggendong disebelah kiri itu banyak manfaatnya lho! (kita para Ibu tentu saja lebih paham), tetapi jawaban dari Dr. Nurcholis Majid, seorang cendekiawan muslim ini juga patut kita cermati.
Menurut pria asal Jombang yang biasa akrab di panggil Cak Nur ini bahwa posisi menggendong bayi seperti itu sangat menguntungkan bagi bayi. Apa sebab? Karena si bayi bisa lebih dekat merasakan detak jantung ibunya.
Rasa kedekatan ibu inilah sehingga bayi merasa nyaman dipangkuannya. Jadi dapat dipastikan, jika hati ibu gelisah, atau emosi kurang stabil, tentu akan berpengaruh pada kenyamanan bayi, menjadi rewel atau terus menangis misalnya.
Barangkali kita pernah merasakan betapa sulitnya mengendalikan emosi yang ditunjukkan anak ketika mereka merasa terganggu keasyikannya, atau kita kehilangan cara bagaimana agar anak tidak terus menerus menangis ketika mereka kecewa.
Sebelum menyalahkan anak dan memberinya cap pemarah atau anak cengeng, maka ingat dan mawas dirilah terlebih dahulu apakah kitapun pernah menunjukkan rasa marah yang membuat anak menjadi takut pada kita?. Atau kita pernah kepergok oleh anak kita sedang menangis?.

Jika demikian jangan kaget bahwa pengendalian emosi kita yang lemah dalam menghadapi masalah telah ditiru oleh si anak. Anak-anak usia dini adalah peniru ulung, otak mereka belum memiliki filter sehingga menyerap seluruhnya apa yang dilihat dan dirasakan. Untuk itulah mengapa anak-anak usia 0-7 tahun sebaiknya diberi stimulus dan pengalaman positif , agar limbiknya positif sehingga terbentuk karakter positif.

Baiklah, bagaimana jika kondisinya sudah terlanjur demikian, apa yang perlu kita lakukan?
  • Pertama-tama kontrollah emosi kita.
  • Berusahalah agar kita tidak terpancing untuk marah kepada anak kita.
  • Rileks-kan fikiran kita, tarik nafas dalam-dalam, atur nafas dengan tenang, karena olah nafas yang baik akan melancarkan kerja jantung dalam memompa darah.
  • Detak jantung yang teratur memudahkan kita dalam memberikan pengertian kepadanya.
  •  Bicaralah dengan hati yang ikhlas, jika mungkin, dekaplah anak dengan lembut dan tatap matanya dengan kasih sayang.
  • Kata-kata yang keluar dari hati kita yang tenang bagaikan air sejuk yang dapat meredam emosi anak hingga anak merasa nyaman.

Lakukan kebiasaan ini secara perlahan, jika emosi anak mereda, katakan padanya bahwa ia telah berhasil mengendalikan emosinya. Orang yang kuat adalah orang yang dapat mengendalikan emosinya. Tetapi, jika langkah ini belum berhasil, jangan putus asa, barangkali anak butuh waktu untuk menerima kebiasaan seperti itu. Terakhir, mintalah petunjuk kepada Nya, Insya Allah, anda akan diberi kemampuan bagaimana mendidik dan membimbing anak menuju RidhoNya. Aamiin.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Buka Hati dengan Pendidikan Tauhid

× Hubungi Kami